Selasa, 31 Januari 2017

Pulau Burung Wisata Pulau Pari

wisata Pulau Pari

Secara geografis, Pulau Burung terletak pada daerah Kepulauan Seribu Selatan dengan koordinat 5°51'42,3"-5°51'55"LS dan 106°35'45,2"-106°35'48"BT yang secara administratif masuk dalam Kelurahan Pulau Pari yang berada dalam satu gugusan dengan Pulau Pari, Pulau Kongsi, Pulau Tikus, Pulau Gudus dan Pulau Tengah yang saat ini dijadikan tempat konservasi pengembangan satwa burung salah satu nya Burung Elang Bondol.

Perbatasan Pulau Burung dengan pulau lainnya yaitu disebelah Utara berbatasan dengan Pulau Kongsi, di sebelah Barat berbatasan dengan Pulau Tikus, di sebelah Timur berbatasan dengan Pulau Pari dan di sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Jakarta.

Sarana Dan Prasarana
Sarana penerangan di Pulau Burung adalah dengan menggunakan diesel karena belum ada sarana dari pemerintah, Sarana air bersih belum dimiliki oleh Pulau Burung, sarana transportasi, Pulau Burung juga belum memiliki, apabila ada yang mau berkunjung ke Pulau Burung, bisa menggunakan kapal kayu dari Pulau Pari. Dan sarana pendukung wisata, sarana di Pulau burung dalam kondisi tidak terawat.

Topografi Dan Aksesbilitas Pulau Burung
Topografi Pulau Burung yaitu pulau dataran dengan ketinggian 0-2 m dpl dengan kelandaian 0-15% dan untuk menuju Pulau Burung, bisa di akses dari Pulau Pari dengan menggunakan kapal kayu sekitar 15 menit, apabila berminat naik speed boat dari Marina Ancol, ditempuh dalam waktu 45 menit.

Sumber Hayati Dan Sumber Non Hayati Pulau Burung
Sumber Hayati di Pulau Burung terdapat tanaman Mangrove di hampir seluruh Pulau Burung, jenis Mangrove di Pulau Burung yaitu jenis Rhizopora Mucronata yang serupa jenis Mangrove nya yang berada di Pulau Pari. Sumber Hayati yang lain adalah terumbu karang dan ikan terumbu.

Ikan Terumbu di Pulau Burung terdapat 48 spesies dari 16 family yaitu Diodonthidae, Monachanthidae, Siganidae (Ikan Baronang), Scaridae (Ikan Kakatua), Labridae, Nemipteridae, Apogonidae, Serranidae (Ikan Kerapu), Scorpaenidae (Ikan Lepu), Aulostomidae (Ikan Terompet), Pomacentridae, Centricidae (ikan Peso-Peso)

Sedangkan terumbu karang di Pulau Burung, dominan pada daerah bagian utara dan selatan dan di bagian lainnya hanya bersifat spot area.

Sumberdaya Non Hayati Pulau Burung menunjukkan bahwa tidak ada kegiatan pengelolaan sumber daya yang dapat dilakukan dan sebagai pulau tidak berpenduduk, kegiatan pemanfaatan sumberdaya adalah perikanan tangkap.

Potensi Dan Arahan Pengembangan Pulau Burung
Potensi Pulau Burung antara lain, ekosistem terumbu karang, ekosistem Mangrove, dan suasana pulau yang indah dan terlindung. Untuk arahan pengembangan Pulau Burung adalah ekowisata Mangrove, pengembangan wisata bahari serta pengembangan terumbu karang, snorkeling dan diving.

Kendala dan Peluang Investasi

Kendala untuk berinvestasi di Pulau Burung karena belum ada transportasi yang reguler, sarana dan prasarana untuk penunjang wisata, air bersih, listrik belum ada, banyak sampah dan abrasi pantai, oleh karena itu untuk berinvestasi di Pulau Burung memerlukan banyak modal yang harus dikeluarkan karena untuk kendala-kendala pengembangan usaha di Pulau Burung yang menjadi permasalahan yaitu status lahan yang masih bermasalah, transportasi yang belum reguler, sarana dan prasarana belum ada dan konflik antara pihak pemilik lahan pulau dengan pemerintah daerah.

0 komentar:

Posting Komentar